UNIVERSITAS GUNADARMA TAHUN AJARAN 2009-2010

Minggu, 04 April 2010

TUGAS TEORI EKONOMI 2

Kerjakan Soal berikut, kumpulkan di-upload ke studentsite masing-masing.
Tulis “Tugas Mata Kuliah Teori Ekonomi 2 )

Daftar Pustaka :
1. Ekonomi Makro, Analisis IS- LM, karangan Prof. Soedijono R.
2. Buku Sinopsis Ilmu Ekonomi No 2. Ekonomi Makro

BAGIAN I : PILIHAN GANDA.

1. Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan.:
a. Pereconomian tertutup sederhana.
b. Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal.
c. Perekonomian terbuka dengan kecepatan fiskal.
d. Perekonomian terbuka tanpa kebijakan fiskal.

2. Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :
a. Kebijakan fiskal c. Kebijakan pendapatan.
b. Kebijakan Moneter d. Kebijakan luar negeri.

3. Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :
a. Permintaan uang untuk traksaksi.
b. Permintaan uang untuk berjaga-jaga.
c. Permintaan uang untuk spekulasi.
d. Jumlah uang yang beredar.

4. Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :
a. Neraca jasa mengalami defisit.
b. Neraca barang mengalami defisit.
c. Neraca perdagangan mengalami surplus.
d. Neraca perdagangan mengalami defisit.

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :
a. Distribusi pendapatan nasional.
b. Kebijaksanaan finansial perusahaan.
c. Ramalan diwaktu yang akan datang.
d. Jauh-dekatnya dari pasar.

6. Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :
a. Tingkat harga berlaku. c. Tingkat harga konstan.
b. Pendapatan absolut. d. Keuntungan absolut.

7. Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada Liquidity Trap Range adalah …………..
a. Paling efektif. c. Tidak efektif.
b. Kurang efektif d. Tergantung pajak yang ada.

8. Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :
a. Rediscount rate. c. Legal reserve requirement.
b. Open market operation d. Selective credit control.

9. Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah :
a. Tinggi. c. Tidak menentu
b. Rendah / kecil. d. Tetap.

10. Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :
a. Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.
b. Permintaan uang untuk berjaga-jaga dan untuk spekulasi.
c. Permintaan uang untuk spekulasi.
d. Penawaran uang.

11. Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :
a. Besarnya pendapatan. c. Besarnya tranksaksi.
b. Besarnya resiko. d. Besarnya spekulasi.

12. Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :
a. Adam Smith. c. John Maynard Keynes
b. David mc Celland d. Milton Fredman.

13. Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :
a. Commodity market. c. real sector.
b. Expenditure sector d. Economic sector.

14. Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :
a. Keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga.
b. Pendapatan nasional dan tingkat bunga.
c. Besarnya konsumsi da tabungan.
d. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

15. Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :
a. Marginal physical product. c. Marginal Effisiency of Invesment
b. Marginal Effisiency of capital. d. Marginal utility.

16. Dibawah ini mana yang benar :
a. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.
b. Tingkat suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal dikurangi inflasi.
c. Tingkat suku bunga riil sama denga suku bunga nominal.
d. Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi.

17. Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :
a. Investasi terpengaruh. c. Investasi nominal.
b. Investasi marginal. d. Investasi otonomi.

18. Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :
a. Cost of Fund c. Marginal efficiency of Invesment
b. Cost of capital effect. d. Marginal Physical product.

19. Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :
a. Penyesuaian portfolio di sektor moneter.
b. Mekanisme transmisi melalui cost of capital effect.
c. Penyesuaian di sektor nyata / riil.
d. Penyesuaian di sektor industri.

20. Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :
a. Milton Fredman. c. Adam smith
b. John Maynard Keynes d. Irving Visher.

21. Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama:
a. Cost of capital effect. c. Income effect.
b. Keynes effect d. Hallo effect.

22. Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :
a. Membantu seseorang dalam mengelola kekayaannya.
b. Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi.
c. Untuk membantu pelaku ekonomi memperoleh keuntungan.
d. Membantu pengusaha dalam menentukan harga.

23. Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :
a. Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.
b. Inflasi dan pertambahan penduduk.
c. Pengangguran dan pertambahan kapasitas factor produksi.
d. Inflasi dan ketersediaan dana investasi.

24. Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :
a. Kapasitas produksi total dari perekonomian.
b. Jumlah penduduk dan jumlah angkatan kerja.
c. Harga barang dan jasa.
d. Lembaga social dan politik.

25. Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :
a. Menambah jumlah uang yang beredar.
b. Mengeluarkan obligasi Negara.
c. Menurunkan bunga kredit bank.
d. Meningkatkan kapasitas produksi.

26. Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :
a. Harga tetap / konstan.
b. Berlakunya hokum say
c. Pengangguran sering terjadi dalam perekonomian.
d. Kapasitas produksi terus bertambah.

27. Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :
a. Tingkat bunga simpanan.
b. Tingkat bunga pinjaman.
c. Nilai nominal uang.
d. Nilai riil uang.

28. Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :
a. Mekanisme harga.
b. Permintaan efektif masyarakat.
c. Harga barang dan jasa.
d. Pendapatan masyarakat.

29. Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah :
a. 1 / 1-c
b. 1 / 1-c+m
c. 1 / c
d. 1 /1-c-m

30. Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :
a. Neraca perdagangan
b. Neraca pembayaran.
c. Arus kas netto.
d. Transfer payment.

31. Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :
a. Transfer payment.
b. Obligasi dari masyarakat dalam negeri.
c. Kredit dari bank sentral.
d. Pengeluaran Negara.

32. Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :
a. Bertambahnya jumlah uang inti.
b. Berkurangnya jumlah uanh inti.
c. Berkurangnya tingkat suku bung.
d. Berkurangnya tingkay suku bunga,

33. Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :
a. Bunga giro dan deposito
b. Bunga kredit bank.
c. Pengeluaran pemerintah,
d. Bea masuk.

34. Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :
a. Adam Smith.
b. John Maynard Keynes.
c. Milton Friedman.
d. David Ricardo.

35. Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :
a. Tingkat harga dan GDP riil.
b. Suku bunga dan GDP nominal.
c. Tingkat harga dan GDP riil.
d. Tingkat harga dan GDP Nominal

36. Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui ……………….
a. Real money supply.
b. Real cash balance masyarakat.
c. Money multiflier.
d. Income multiflier.

37. AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :
a. The wealth of Nation.
b. The Organization Ethic.
c. The Classical Stationary State.
d. The Classical theory.

38. Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :
a. Real money supply.
b. Real cash balance masyarakat
c. Money multiflier.
d. Income multiflier.

39. Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :
a. Kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat harga dengan pendapatan nasional.
b. Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat bunga.
c. Kurva yang menunjukan buhungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.
d. Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat tabungan.

40. Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut:
a. Keseimbnagan sementara.
b. Keseimbangan pasar barang.
c. Keseimbangan pasar uang.
d. Keseimbangan semu.

41. Permintaan uang ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :
a. Pendapatan.
b. Tingkat harga.
c. Transaksi
d. Tingkat bunga.

42. Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :
a. Selective credit control.
b. Manipulasi legal reserve ratio.
c. Open market operation.
d. Rediscount policy.

43. Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :
a. Adam Smith.
b. John Maynard Keyness.
c. Milton Friedman
d. Thomas M. Humphrey.

44. Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :
a. Milton Friedman.
b. Adam Smith.
c. John Maynard Keyness.
d. Jean Bodin.

45. Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :
a. Demand inflation
b. Cost inflation
c. Domestic inflation
d. Imported inflation.

46. Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan ……..
a. Hipotesa konsumsi.
b. Variabel nyata.
c. Hipotesa pendapatan.
d. Hipotesa stagnasi.

47. Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :
a. Menerangkan proses inflasi jangka panjang di Negara sedang berkembang.
b. Jumlah uang yang beredar bertambah dan secara pasif mengikuti dan menampung kenaikan harga-harga, tersebut.
c. Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.
d. Ketegaran-ketegaran yang ada disebabkan oleh kebijaksanaan harga atau moneter pemerintah sendiri.

48. Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :
a. Kegagalan pasar.
b. Pengangguran.
c. Ketidakelastisan dari penerimaan ekspor.
d. Ketidakelastisan harga

49. Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….
a. Dari segi kenaikan harga out put.
b. Volume out put ( GDP riil ).
c. Omzet penjualan.
d. Sarana produksi.

50. Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :
a. Suppresed inflation.
b. Demand inflation.
c. Supply inflation.
d. Cost inflation.

II. Soal Esay !

1. Sebutkan Pos-pos kebijaksanaan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !
2. Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalan : a. Membeli barang dan jasa.
b. Menaikan gaji pegawai
c. Membayar Transter payments.



JAWABAN
1. B 11 B 21 A 31 A 41
2. A 12 C 22 B 32 B 42
3. A 13 D 23 A 33 B 43
4. C 14 A 24 C 34 44
5. D 15 B 25 D 35 45
6. C 16 B 26 B 36 46
7. A 17 D 27 C 37 47
8. D 18 C 28 B 38 48
9. B 19 C 29 A 39 B 49
10. A 20 B 30 A 40 50

JAWABAN ESAY
1. KONSEP DEFISIT
G + W + Tr > Tx
G + W + Tr > Tx + B
G + W + Tr > Tx + B + F, atau
U > O

C = Belanja Barang dan Jasa
W = Gaji Pegawai
Tr = Transfer Payment
Tx= Penerimaan Pajak
B = Pinjaman / Obligasi dalam negeri
F = Pinjaman / hutang luar negeri
U = Kredit likuiditas bank sentral
KONSEP SURPLUS
G + W + Tr < Tx
G + W + Tr < Tx + B
G + W + Tr < Tx + B + F, atau
U < O

KONSEP BERIMBANG
G + W + Tr = Tx
G + W + Tr = Tx + B
G + W + Tr = Tx + B + F, atau
U = O





2. A.∆z = 1 .∆G
1-C
= 1 . 2 M
1 – 0.8
= 1 . 2M
0.2
= 10 M
B. .∆z = C .∆C
1-C
= 0.8. 2M
0.2
= 8 M
C. .∆z = C .∆R
1-C
=0.8. 2M
0.2
= 8 M

Senin, 22 Maret 2010





Jumlah kendaraan khususnya kendaraan roda dua dari tahun ke tahun kian meningkat. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat jumlah sepeda motor di Jakarta mencapai 3,5 juta unit dengan peningkatan sebesar 300 persen. Peningkatan jumlah kendaraan tersebut akan diiringi dengan meningkatnya jumlah kecelakaan sepeda motor di jalan raya.
Maraknya pengendara yang menggunakan sepeda motor berpotensi meningkatkan jumlah angka kecelakaan lalu lintas terutama yang melibatkan kendaraan roda dua. Table diatas memberikan angka kecelakaan sepeda motor di Jakarta masih sangat memprihatinkan, karena pengendara tidak mematuhi rambu-rambu lalu-lintas di jalan raya.
Jumlah meninggal dari tahun-ketahun mengambarkan situasi jalanan di Jakarta sangat rawan kecelakaan. Wakil Ketua KNKT, M. Yusuf mengatakan bahwa dalam menurunkan tingkat kecelakaan sepeda motor beberapa hal harus dibenahi seperti regulasi yang perlu penyempurnaan, kurangnya prasarana transportasi baik kelengkapannya dan persyaratannya, kurangnya koordinasi antar instansi yang bertanggung jawab di bidang safety, belum terwujudnya budaya safety dan penegakan hukum dan peraturan yang tidak konsisten.

Senin, 01 Maret 2010

mangkirnya bebearapa BUMN untuk membayar pajak

Kementerian Negara BUMN menyatakan pajak yang ditunggak oleh tiga BUMN yaitu PT Merpati Nusantara Airlines, PT PN XIV dan PT Djakarta Lloyd akan segera diselesaikan oleh pemerintah. Ketiga perusahaan plat merah tersebut tidak bisa membayar pajak, karena masih dalam permasalahan keuangan."Kementerian BUMN segera menyelesaikan pajak tersebut. Pembayaran akan dilakukan, mungkin dalam bentuk setoran dana atau konversipenyertaan modal negara di BUMN tersebut," kata Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu kepada PersdaNetwork di Jakarta. Seperti diketahui, Dirjen Pajak pekan lalu menyatakan ada 16 BUMN yang menunggak pajak. Nilai tunggakan yang belum terbayarkan senilai Rp 130 miliar. Namun Said membantahnya. Menurutnya, setelah diteliti oleh pihaknya, ada 11 yang masih bermasalah.
Empat BUMN yaitu Pertamina, Garuda Indonesia, Jamsostek dan Semen Tonasa dianggap sudah melunasi kewajiban mereka. Sementara tigaBUMN di antaranya yang belum melunasi pembayaran pajak, yaitu Merpati, PTPN XIV dan Djakarta Lloyd."Yang lainnya itu sudah membayar atau masih dalam proses pengadilan. Misalnya saja PT Semen Tonasa yang sudah diputuskan telah membayar, tetapi masih dalam proses kasasi. Sementara ada BUMN lainnya yang terkena pajak berganda, karena perbedaan persepsipembayaran," ujar Said. Untuk tiga BUMN yang sedang mengalami permasalahan cashflow tersebut, jelas Dudi, mereka tidak bisa membayar pajak karena bila dananya diambil untuk pajak, maka dipastikan bakal kolaps. PTPN XIV dan Djakarta Lloyd jelas masih merugi. "Sedangkan Merpati masih dalam tahap recovery," tandasnya.
Meskipun menyatakan lupa angka pastinya, Said menyatakan bahwa jumlah pajak yang belum dibayarkan oleh ketiga BUMN tersebut tidak banyak. Diketahui pajak tidak dibayar mulai tahun 2000-an.
"Pada intinya tidak ada niat BUMN tersebut yang membandel tidak membayar pajak. Mereka tidak bayar karena memang kondisinya sedang sulit. Tetapi asal tahu saja, ada juga BUMN yang kelebihan bayar pajak yaitu Pertamina," jelasnya.
Bagaimana ingin memberi contoh pada negri ini, jika para BUMNnya saja tidak mau membayar pajak. Dan memberi contoh terhadap pihak swasta untuk membayar pajak. Maka dari itu mari kita mulai sadar diri dan mau turut serta membagun Negara ii dengan membayar pajak. Dan untuk para pengurus pajak untuk mengelola dana pajak tersebut menurut dengan fungsinya jangan disalah gunakan. sumber(http://bisniskeuangan.kompas.com)

Jumat, 01 Januari 2010

KONTRIBUSI KOPERASI TERHADAP PERKEMBANGAN UMKM

Pada dasarnya usaha mikro, kecil dan menengah terhadap dunia perekonomian sebenarnya memiliki peranan yang cukup besar. Maka dari itu kelangsungan dari usaha mikro, kecil dan menengah perlu dipertahankan. Kita perlu memikirkan cara untuk mempertahankan dan bahkan mengembangkannya. Kontribusi Koperasi terhadap perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebenarnya jika dioptimalkan dapat sangat membantu. Bisa diilustrasikan jika saja koperasi-koperasi tersebut dapat menyediakan modal atau menunjang keberlangsungannya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tentunya dapat berdampak kea rah yang lain juga
Diperlukan kesadaran untuk peduli terhadap koperasi di Indonesia dan juga UKM, kepedulian terhadap industri-industri kecil sangat penting yang justru dari hal kecil tersebut kita dapat membangun dan memperbaiki perekonomian Indonesia,dan memanfaatkan berbagai peluang sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia melalui koperasi dan UKM.
Pemberdayaan usaha mikro utamanya diarahkan untuk mendukung penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, yaitu dengan:
(1) memperluas jangkauan dan kapasitas pelayanan lembaga keuangan mikro (LKM) baik pola pembiayaan konvensional maupun pola bagi hasil/syariah, termasuk dengan memberdayakan perempuan sebagai pengusaha mikro;
(2) meningkatkan kemampuan pengusaha mikro dalam aspek manajemen usaha dan teknis produksi; dan
(3) memfasilitasi pembinaan sentra-sentra produksi tradisional dan usaha ekonomi produktif lainnya di perdesaan dan daerah tertinggal.

Dalam rangka meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi, arah kebijakannya adalah:
(1) melaksanakan pembinaan, pengawasan dan penilaian perkoperasian; dan
(2) pemasyarakatan praktek-praktek koperasi terbaik.
Sumber;
http://www.bainfokomsumut.go.id/open.php?id=70&db=artikel

Rabu, 25 November 2009

SEJARAH KOPERASI

Dahulu bangsa kita terkenal dengan perkoperasiannya. Koperasi di Indonesia adalah lembaga ekonomi yang sangat cocok di Indonesia karena sifat masyarakat yang kekeluargaan. Tokoh yang dikenal sejak dahulu dan dianggap sebagai bapak koperasi adalah bapak Muhammad Hatta. Koperasi dikenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Karena zaman dahulu banyak warga masyarakat yang meminjam uang pada renternir, dan akhirnya yang tidak kuat membayar maka disitalah harta benda si peminjam tersebut. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat. Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, melalui perjuangan yang cukup panjang pada tahun 1927 keluar peraturan tentang “Perkumpulan Koperasi Bumi Putera” No. 91 tahun 1927. Melalui peraturan tersebut maka izin mendirikan koperasi di perlonggar. Kongres koperasi 1 diselenggarakan atas dorongan Bung Hatta pada tanggal 12 Juli 1947 di Tasikmalaya.
Keputusan penting dalam kongres I antara lain :
1. Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.
2. Mengajukan berdirinya “Koperasi Desa” dalam rangka mengatur perekonomian pedesaan.
3. Menetapkan tanggal 12 Juli sebagai hari koperasi.
Kemudian pada bulan Juli 1953 diadakan kongres koperasi ke II di Bandung keputusan penting dalam kongres tersebut adalah :
1. Mengangkat Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
2. SOKRI di ubah menjadi Dewan Koeprasi Indonesia.

Pada bulan September 1956 diadakan Kongres Koperasi ke III di Jakarta keputusan penting yang dihasilkan dalam kongres tersebut antara lain :
1. Penyempurnaan Organisasi Gerakan Koperasi.
2. Menghimpun bahan untuk undang-undang perkoperasian.

Karena pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Kemudian hari tersebut ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Undang-undang perkoperasian yang pakai hingga saat ini adalah UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992.
Berikut ini merupakan kelebihan dan kelemahan koperasi pada masa saat ini:
Kelebihan koperasi yaitu :
Usaha koperasi tidak hanya diperuntukkan kepada anggotanya saja, tetapi juga untuk masyarakat pada umumnya.
2.Koperasi dapat melakukan berbagai usaha diberbagai bidang kehidupan ekonomi rakyat.
3.Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dihasilkan koperasi dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha masing-masing anggota.
Kelemahan koperasi yaitu:
Tidak semua anggota koperasi berperan aktif dalam pengembangan koperasi.
3.Koperasi identik dengan usaha kecil sehingga sulit untuk bersaing dengan badan usaha lain.
4.Modal koperasi relatif terbatas atau kecil bila dibandingkan dengan badan usaha lain.

Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.

* Koperasi Simpan Pinjam
* Koperasi Konsumen
* Koperasi Produsen
* Koperasi Pemasaran
* Koperasi Jasa

Koperasi Simpan Pinjam Adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman

Koperasi Konsumen Adalah koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi

Koperasi Produsen Adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.

Koperasi Pemasaran Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya

Koperasi Jasa Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Kamis, 12 November 2009

makalah koperasi

BAB I
EKONOMI KOPERASI

Berbicara tentang ekonomi koperasi tidak terlepas dari konsep ekonomi dan koperasi. Ekonomi secara umum diartikan sebagi usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan koperasi adalah sebagai organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.


A. PENGERTIAN DASAR KOPERASI
Di dalam koperasi terdapat dua pelaku utama yang berperan dalam pengambilan keputusan, yaitu anggota dan manajemen. Seperti sudah diketahui anggota koperasi adalah pemilik dari badan usaha koperasi. Anggota koperasi ada yang bertindak sebagai produsen, pedagang, maupun konsumen. Koperasi sebagai produsen yaitu koperasi harus memilih alternative yang paling menguntungkan dalam menginvestasikan dananya. Dalam hal ini produsen dapat bekerja sama dengan pihak lain atau bekerja sendiri. Koperasi sebagai pedagang, anggota dapat memanfaatkan koperasi atau pesaingnya sebagai unit usaha yang membantu mengadakan barang dagangannya, atau sebagai tempat untuk menjual barang daganggannya. Koperasi sebagai konsumen, anggota dapat memanfaatkan koperasi, toko-toko atau unit-unit usaha lain sebagai sarana untuk pengadaan barang atau jasa untuk dikonsumsi.
Sebagai dampak dari kebijaksanaan ekonomi rakyat di bumi Indonesia sudah cukup lama , dan telah merambah ke berbagai peloksok tanah air. Ini dapat dibuktikan bahwa di setiap wilayah kecamatan terdapat sekurang-kurang satu koperasi unit desa (KUD) dan lebih dari satu koperasi selain KUD. Kegiatan usaha koperasi yang dicerminkan oleh kegiatan usaha anggotanya mencakup berbagai komoditi dan lapangan usaha. Sejarah perkembangan koperasi di Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan koperasi telah mengalami banyak ujian melalui berbagai perubahan kondisi social, kebijakan dan aturan perundangan yang melingkupinya
B. KONSEP KOPERASI
Menurut International Labour Organization (ILO), koperasi didefinisikan sebagai suatu perkumpulan orang yang bergabung secara sukarela untuk mewujudkan tujuan bersama, melalui permbentukan suatu organisasi yang diawasi secara demokratis, dengan memberikan kontribusi yang sama sebanyak jumlah yang dieprlukan, turut serta menanggung risiko yang layak, untuk memperoleh kemanfaatan dari kegiatan usaha, di mana para anggota berperan serta secara aktif(Hanel, 1989)
Dari definisi-definisi tersebut, beberapa pikiran pokok tentang koperasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Koperasi adalah organisasi yang terdiri atas orang-orang atau dapat pula kumpulan badan hokum koperasi yang mempunyai kepentingan yang sama.
b. Koperasi adalah sebuah perusahaan dimana orang-orang berkumpul bukan unttik menyatukan uang atau modal melainkan sebagai akibat kesamaan kebutuhan ekonomi.
c. Koperasi adalah perusahaan yang harus dapat memberikan pelayanan ekonomi kepada anggotanya dan masyarakat lingkungannya.
d. Koperasi adalah perusahaan yang didukung oleh orang-orang sebagai anggotanya dalam menghimpun kekuatan-kekuatan yang meliputi para penghasil barang, pemberi jasa dan pemakai barang atau jasa yang ada.
e. Dalam tubuh koperasi terkandung aspek pendidikan yang sangat dalam.


C. KEUNGGULAN KOPERASI
Koperasi mempunyai keunggulan koperatif dari perusahaan-perusahaan lain yang non koperasi. Dalam koperasi mempunyai potensi kelebihan dalam hal, economies of scale, competition, participation, transaction dan reduksi resiko ketidakpastian

1. Economies of scale
Economies of scale merupakan factor yang memungkinkan perusahaan memproduksi output lebih banyak dengan biaya rata-rata lebih rendah. Dalam praktek upaya mencapai kondisi Economies of scale sehingga koperasi menghasilkan keunggulan kooperatif atas pesaingnya tidaklah mudah. Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan jika koperasi ingin merealisasikan keunggulan scala ekonomis, yaitu:
1) Koperasi harus memperlihatkan kemampuan yang sama dalam memproduksi dan mendistribusikan produk kepada anggotanya dibandingkan dengan perusahaan lain yang menjadi pesaingnya.
2) Menajer perlu diberi kesempatan yang luas untuk meminimalkan biaya produksi.
3) Koperasi harus mampu memanfaatkan laju perkembangan teknologi yang paling tidak sama dengan kemampuan pesaingnya dalam memanfaatkan laju perkembangan yang sama.

2. Competition
Kemampuan koperasi dalam kompetisi terutama karena koperasi mempunyai potensi dalam menciptakan Economies of scale sehingga mampu menetapkan harga dan jumlah yang bersaing di pasar.

3. Participation
Keunggulan dalam hal ini terutama karena prinsip anggota sebagai pemilik yang sekaligus sebagai pelanggan.

4. Transaction Cost (Biaya Transaksi)
Factor lain dapat menurunkan biaya pada koperasi adalah rendahnya biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yanmg ada diluar biaya produksi atau biaya yang timbul atas pengenaan penukaran suatu produk.

D. KELEMAHAN KOPERASI
Bila dikaji secara teoritis, banyak kelemahan koperasi yang timbul dari sifat dasarnya. Yaitu diantaranya yaitu pertama prinsip keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela, ini akan melemahkan struktur permodalan dalam jangka panjang, sebab jika perkoperasian tidak mampu melayaniu kepentingan anggta, ia bias keluar dari keanggotaan koperasi. Konsekuensinya , modal yang tertanam dalam koperasi harus dikembalikan. Kedua prinsip kontrol secara demokratis, menyebabkan anggota yang memiliki modal dalam jumlah banyak keluar dari keanggotaan koperasi. Ini disebabkan karena sang pemilik modal besar tidak memiliki perusahaan koperasi tersebut sepenuhnya dan akan memilih organisasi nonkoperasi.
Maka dari itu untuk mengatasi kelemahan tersebut koperasi harus mempunyai aturan dan sedapat mungkin mengurangi kelemahan agar koperasi dapat eksis dalam persaingan yaitu dengan membatasi jumlah anggota asal pembatasan itu tidak arfisial (pembatasan dibuat-buat). Menyamaratakan permodalan sebagai anggota koperasi agar tidak terjadi kesenjangan.

ALAT PERLENGKAPAN KOPERASI
Diera globalisasi saat ini, fenomena koperasi sebagai salah satu usaha mikro, kecil dan menengah yang ternyata bisa bertahan dan berkembang dalam situasi krisis global, menunjukkan bahwa peran koperasi sangatlah penting dalam peningkatan perekonomian terutama bagi sektor menengah ke bawah. Keberadaan koperasi tersebut agar bisa berkembang dan bersaing harus memiliki manajemen yang bagus dan didukung oleh SDM yang professional dalam pengelolaannya. Akan tetapi, kualitas SDM pengurus yang
ada saat ini cenderung menjadi salah satu kendala internal yang perlu mendapat perhatian khusus agar bisa memiliki kompetensi dan mampu menggerakkan koperasi sebagai usaha peningkatan ekonomi kerakyatan.Sebagai salah satu upaya peningkatan SDM pengurus koperasi dan mewujudkan tiga sehat koperasi yaitu sehat organisasi, sehat usaha dan sehat mental.
Untuk memujudkan peranan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian dan alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tentunya koperasi harus dikelola sebaik mungkin. Baik pengelolaan koperasi tergantung dari barbagai faktror, akan tetapi pada umumnya setiap koperasi akan berpedoman pada “TIGA SEHAT”.
Adapun pedoman tiga sehat itu meliputi :
1. Organisasi sehat
a) Adanya kelancaran komunikasi antara para pengurus antara pengurus dengan anggota, dan antara sesama anggota yang tercermin pada administrasi dan manajemen.
b) Adanya kesadaran sekurang-kurangnya pengertian para anggota, bahwa mereka memiliki koperasi dan bersedia ikut serta pada kegiatan koperasi.
c) Sehat organisasi dalam arti bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi dapat dijalankan sesuai ketentuan yang ada sehingga tidak ada lagi benturan-benturan yang terjadi dalam pelaksanaan di lapangan karena semua pihak telah mengikuti aturan yang ada dalam AD maupun ART, begitu juga kesadaran antara anggota maupun pengurus
d) dapat terjalin dengan baik agar koperasi dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada pihak yang merasa dirugikan
e) organisasi bisa beroperasi dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari perkembangan usaha, neraca, dan hasil rapat anggota tahunan koperasi

2. Usaha sehat

a) Kegiatannya dijalankan dengan berdasarkan pada asas dan sendi dasar koperasi.
b) Usahannya berjalan secara kontinu, dan setiap tahun buku terdapat sisa hasil usaha, setalah dipenuhi ketentuan yang seharusnya berlaku bagi tiap perusahaan.
c) Ikut sertanya anggota diimbangi dengan jasa oleh koperasi kepadanya dan minimal anggota merasa tidak kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh koperasinya.
d) Dapat dicapai tingkat efisiensi sesuai dengan rencana untuk memperpendek arus barang antara produsen, dan konsumen anggota.

3. Mental sehat

Ini merupakan dasar utama dari kokohnya koperasi, tampa adanya dukungan dari mental yang sehat, suatu koperasi meskipun memenuhi dua sehat sebelumnya, belumlah dikatakan sempurna dan memenuhi harapan. Maka dari itu agar koperasi memiliki mental sehat, dibutuhkan beberapa persyaratan yaitu :

a) Adanya kesadaran perlunya koperasi hidup atas prinsip swadaya, sesuai dengan doktrin swakerta bina raharja, kesadaran tersebut harus nampak pada kegiatan koperasi.
b) Adannya program-program pendidikan yang dilaksanakan secara kontinu
c) Segala kegiatan koperasi dan kemanfaatan yang diperoleh ditujukan untuk mempertinggi tingkat kesejahteraan anggota-anggota, materiil dan spirituil.
d) Kejujuran dan keadilan tercermin dalam kegiatan pengurus dan anggota koperasi.

Koperasi dikatakan baik apabila di dalam koperasi tersebut tidak terjadi penyimpangan yang fatal, tidak ada monopoli kekuasaan lain selain rapat anggota, dan semua unsur organisasi koperasi memberi dukungan terhadap pelaksanaan program kerja/keputusan yang telah disepakati. Sedangkan tingkat kesehatan koperasi diukur dari kesehatan organisasinya, kesehatan mentalnya, dan kesehatan usahanya.Organisasi koperasi dikatakan sehat apabila kesadaran anggota koperasi tinggi, AD/ART dilaksanakan, rapat anggota/pengurus/badan pengawas dapat berfungsi secara optimal.
Kesehatan mental koperasi dapat dilihat dari besarnya tanggung jawab rapat anggota/pengurus/badan pengawas, pengelolaan koperasi berdasarkan kemanusiaan/kekeluargaan, keterbukaan, kejujuran, dan keadilan, program-program pendidikan koperasi dilaksanakan secara rutin, konflik-konflik disfungsional dapat diatasi, serta koperasi dapat hidup mandiri. Usaha koperasi sehat apabila pengelolaanya didasarkan atas azas dan sendi dasar koperasi berjalan secara rutin, RAT dilaksanakan secara rutin, setiap RAT dibagikan SHU secara adil, memberikan pelayan yang baik, dan usaha yang semakin meningkat.
Kunci keberhasilanm koperasi disamping anggota yaitu,melalui rapat anggota yang dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi efektif dari seluruh komponen koperasi demi perkembangan koperasi itu sendiri, di dalam rapat anggota ini pula masa depan koperasi akan ditentukan karena pada saat berlangsungnya rapat anggota, setiap anggota yang hadir dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kelengsungan hidup koperasinya, dalam forum ini pula tercemin asas demokrasi. Kedudukan rapat anggota secara hukum ditegaskan dalam pasal 22 undang-undang no 25 tahun 7992 tentang perkoperasian yang menyebutkan:
1. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
2. Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
Melalui pengurus akan mampu menjalankan roda organisasi sesuai dengan amanat anggota dan untuk menjamin kelancaran jalannya roda organisasi dengan aturan main (AD/ART).
Melalui pengawasan koperasi adalah salah satu perangkat organisasi koperasidan karenanya merupakan suatu lembaga atau badan structural organisasi koperasi. Pengawas mengemban amanat anggota untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi.

PERLUNYA SEHAT ORGANISASI, SEHAT PENGURUS DAN SEHAT ANGGOTA DALAM MENGEMBANGKAN KOPERASI
Perlunya saling membantu dan menghargai dalam
mengembangkan koperasi agar keberadaan koperasi sebagai wadah untuk mencapai kesejahteraan anggotanya dapat terwujud, sehingga tidak perlu ada lagi anggota yang harus berkecil hati maupun menangis untuk mengembangkan koperasi yang telah ada diperlukan beberapa hal, yaitu perlunya sehat organisasi, sehat pengurus dan
sehat anggotanya.
Sehat organisasi dalam arti bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi dapat dijalankan sesuai ketentuan yang ada sehingga tidak ada lagi benturan-benturan yang terjadi dalam pelaksanaan di lapangan karena semua pihak telah mengikuti aturan yang ada, begitu juga kesadaran antara anggota maupun pengurus dapat terjalin dengan baik agar koperasi dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

Cara meningkatkan keberadaan operasi adalah dengan cara mengembangkan usaha-usaha lain yang lebih inovatif agar koperasi dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggotanya.
Rapat anggota diperlukan untuk
1. program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun buku
2. evaluasi dari segenap komponen yang ada di dalam Koperasi baik dewan
Pembina, badan pengawas dan seluruh anggota sangat diharapkan tanpa ada sedikitpun unsur kecurigaan
3. program-program yang lebih inovatif demi mewujudkan kemajuan koperasi itu
sendiri.





KOPERASI DAPAT MENGALAMI KENDALA – KENDALA YANG TIDAK BAIK ATAU BISA DIKATAKAN MATI SURI JIKA :
1. kehabisan modal
2. Tidak aktifnya pengurus
3. bubarnya instansi/perusahaan yang menaungi koperasi
4. Sebagian besar penyebabnya adalah faktor internal kemudian ditambah faktor
eksternal seperti kondisi ekonomi secara makro
5. kualitas SDM pengelola koperasi
6. Kemampuan manajemen yang tidak terlalu baik membuat sulit berinovasi
7. Sulit bersaing dengan koperasi maupun usaha lain yang lebih kreatif mengembangkan usahanya.
8. modal bagi para pelaku koperasi juga menyebabkan banyak koperasi
yang terpaksa gulung tikar akibat kehabisan napas sebelum berkembang.
9. sulitnya akses Kesadaran pengurus dalam mengangsur dana pinjaman perlu
ditingkatkan.
"Maka dari itu, pemerintah perlu membina dan memfasilitasi koperasi-koperasi yang sehat maupun yang masih berpeluang untuk sehat," kata dia.
Terhadap koperasi yang mati suri itu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin
menyelamatkan agar tidak bubar.
Kalau keberadaan koperasi tersebut sangat sulit dipertahankan, jalan satu-satunya dibubarkan sesuai dengan prosedur dalam Undang-Undang tentang Perkoperasian. "Tetapi sebelumnya, kami akan melakukan kajian khusus sejauh mana prospek koperasi tersebut ke depan,

CARA MENINGKATKAN PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI TERHADAP KEMAJUAN KOPERASI
Partisipasi dalam koperasi terdiri dari partisipasi kontributif dan partisipasi intensif.
Dari kedua jenis partisipasi ini, partisipasi ini partisipasi intensif merupakan jenis yang paling penting dan menjadi akar dari aktifitas partisipasi dalam koperasi. Dengan kata lain, untuk meningkatkan partisipasi langkah pertama adalah perlunya managemen koperasi meningkatkan ransangan – ransangan intensif kepada anggota melalui peningkatan manfaat keanggotaan. Peningkatan manfaat keanggotaan secara operasional dapat dilakukan dengan berbagai macam cara tergantung dari situasi dan kondisi serta kemampuan koperasi.
Namun beberapa kegiatan yang dapat dilaukan adalah
a. menyediakan barang-barang atau jasa-jasa
b. meningkatkan harga pelayanan kepada anggota
c. menyediakan barang-barang yang tidajk tersedia di pasar bebas
d. berusaha memberuikan deviden per anggota
e. memperbesar alokasi dana
f. menyediakan berbagai tunjangan keanggotaan
rangsangan partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan dan pembuatan program koperasi namapaknya menjadi faktyor terpenting ke dua dalam meningkatkan partisipasi koperasi
beberapa cara yang disebutkan dibawah ini hanya berupak sebagian dari kegiatan yang dapat dilakukan
a. menjelaskan tentanh maksud, tujuan perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan
b. meminta tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan
c. meminta informasi tentang segala sesuatu dari semua anggota dalam usaha membuat keputusan dan mengambil keputusan
d. memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota dalam pengambilan keputusan

PENTINGNYA PARTISIPASI DALAM KELANGSUNGAN HIDUP KOPERASI
Partisipasi merupakan faktor yang paling penting dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan suatu organisasi.
Dalam koperasi, semua program manajemen harus memperoleh dukungan dari anggota. Untuk keperluan itu pihak manajemen memerlukan berbagai informasi yang berasal dari anggota, khususnya informasi tentang kebutuhan dan kepentingan anggota. Informasi ini hanya mungkin diperoleh jika partisipasi dalam koperasi berjalan dengan baik.
Peningkatan partisipasi akan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab serta semangat dan kegairahan kerja. Peningkatan partisipasi berarti mengikutsertakan semua komponen atau unsur yang ada baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain dalam proses pembuatan perencanaan dan pengambilan keputusan.
Sesuai dengan pasal 17 ayat 1 UU no. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian yang menyebutkan bahwa anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Tanpa partisipasi anggota, koperasi tidak dapat bekerja secara efisiaen dan efektif. Suatu koperasi dapat berhasil dalam kompetisi, tetapi tak akan ada arrtinya bila anggota tak memanfaatkan keunggulan yang dimiliki tersebut.
Untuk mengatasi penampilan yang buruk dari koperasi, menghilangkan salah tindak pihak manajemen dan membuat kebijaksanaan pengelola diperhitungkan.
Agar pihak manajemen koperasi tahu apa yang menjadi kepentingan anggotanya dan berapa banyak serta kualitas pelayanan yang bagaimana yang diperlukan oleh para anggota.
BAB IV
KESIMPULAN

Koperasi adalah organisasi yang terdiri atas orang-orang atau dapat pula kumpulan badan hokum koperasi yang mempunyai kepentingan yang sama. Koperasi adalah sebuah perusahaan dimana orang-orang berkumpul bukan untuk menyatukan uang atau modal melainkan sebagai akibat kesamaan kebutuhan ekonomi. Koperasi adalah perusahaan yang harus dapat memberikan pelayanan ekonomi kepada anggotanya dan masyarakat lingkungannya. Untuk memujudkan peranan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian dan alat perjuangan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, tentunya koperasi harus dikelola sebaik mungkin. Baik pengelolaan koperasi tergantung dari barbagai faktror, akan tetapi pada umumnya setiap koperasi akan berpedoman pada “TIGA SEHAT”.

1. Organisasi sehat
- Adanya kelancaran komunikasi antara para pengurus antara pengurus dengan anggota, dan antara sesama anggota yang tercermin pada administrasi dan manajemen.
- Adanya kesadaran sekurang-kurangnya pengertian para anggota, bahwa mereka memiliki koperasi dan bersedia ikut serta pada kegiatan koperasi.
- Sehat organisasi dalam arti bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi dapat dijalankan sesuai ketentuan yang ada sehingga tidak ada lagi benturan-benturan yang terjadi dalam pelaksanaan di lapangan karena semua pihak telah mengikuti aturan yang ada dalam AD maupun ART, begitu juga kesadaran antara anggota maupun pengurus dapat terjalin dengan baik agar koperasi dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada pihak yang merasa dirugikan
- organisasi bisa beroperasi dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari perkembangan usaha, neraca, dan hasil rapat anggota tahunan koperasi

2.Usaha sehat

- Kegiatannya dijalankan dengan berdasarkan pada asas dan sendi dasar koperasi.
- Usahannya berjalan secara kontinu, dan setiap tahun buku terdapat sisa hasil usaha, setalah dipenuhi ketentuan yang seharusnya berlaku bagi tiap perusahaan.
- Ikut sertanya anggota diimbangi dengan jasa oleh koperasi kepadanya dan minimal anggota merasa tidak kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh koperasinya.
- Dapat dicapai tingkat efisiensi sesuai dengan rencana untuk memperpendek arus barang antara produsen, dan konsumen anggota.

3.Mental sehat
Ini merupakan dasar utama dari kokohnya koperasi, tampa adanya dukungan dari mental yang sehat, suatu koperasi meskipun memenuhi dua sehat sebelumnya, belumlah dikatakan sempurna dan memenuhi harapan. Maka dari itu agar koperasi memiliki mental sehat, dibutuhkan beberapa persyaratan yaitu :

- Adanya kesadaran perlunya koperasi hidup atas prinsip swadaya, sesuai dengan doktrin swakerta bina raharja, kesadaran tersebut harus nampak pada kegiatan koperasi.
- Adannya program-program pendidikan yang dilaksanakan secara kontinu
- Segala kegiatan koperasi dan kemanfaatan yang diperoleh ditujukan untuk mempertinggi tingkat kesejahteraan anggota-anggota, materiil dan spirituil.
- Kejujuran dan keadilan tercermin dalam kegiatan pengurus dan anggota koperasi.


























DAFTAR PUSTAKA

Hendar dan kusnadi,Ekonomi Koperasi. Jakarta : FE-UI, 2002.
Soeriawijaja, Ecky C.B.L, Ekonomi dan Koperasi SMA. Bandung : Ganeca Exact Bandung, 1990.
http://pta-jayapura.go.id Menggunakan Joomla! Generated: 7 November, 2009, 19:49
Buku ekonomi koperasi, hendar dan kusnadi

Senin, 09 November 2009

MENJADI PEMIMPIN

Jika saya menjadi seorang pemimpin dalam koperasi saya akan melakukan perubahan system yang di anut di perkoperasian. Karena system yang ada saat ini terlalu banyak permasalahan. Maka dari itu system yang pertama harus dibenahi adalah
• Masalah keanggotaan. Masalah anggota perlu kebebasan dan tidak pandang bulu dalam perekrutan serta tebang pilih, yang terpenting seorang anggota harus mempunyai skil dan kompentensi terhadap perubahan modern.
• Masalah kedua yaitu penggalangan dana. Dana bisa diperoleh melalui pihak luar atau swasta. Dan yang terpenting harus di awasi dalam penggunaannya.
• Masalah ketiga strategi yang salah,untuk itu saya membuat strategi pemasaran yang dapat diterima dan membuat orang tertarik. Dengan cara membuat iklan-iklan yang unggul.
Ketiga masalah tersebut adalah modal dasar untuk membangan koperasi yang lebih baik.